Upaya Pemulihan Sekolah Pasca Banjir Bandang di Aceh Tamiang oleh TNI AD
Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh Tamiang meninggalkan dampak signifikan, termasuk kerusakan pada fasilitas pendidikan. Dalam menanggapi situasi ini, satuan tugas dari TNI Angkatan Darat (TNI AD) mengambil peran aktif dalam proses pemulihan, khususnya di lingkungan sekolah yang terdampak.
Pada hari Minggu, 4 Januari 2026, sejumlah prajurit dari Satgas Penanggulangan Bencana Alam Yonif 115/Macan Leuser melaksanakan pembersihan di SD Negeri 04 Kuala Simpang. Sekolah tersebut mengalami akumulasi lumpur yang cukup tebal akibat banjir bandang, sehingga aktivitas belajar mengajar terhambat.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempercepat pemulihan fasilitas umum yang rusak pascabencana. "Kami ingin memastikan sekolah dapat segera digunakan kembali sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan normal," ujarnya pada Senin, 5 Januari 2026.
Proses pembersihan dilakukan secara manual oleh ratusan personel dengan menggunakan peralatan sederhana seperti sekop, cangkul, dan sapu. Selain itu, untuk mempercepat pengerjaan, alat berat juga dikerahkan guna mengeruk lumpur yang menumpuk di halaman sekolah. Tidak hanya ruang kelas dan halaman, atap bangunan juga dibersihkan dari tumpukan ranting dan kayu yang terbawa arus banjir.
Donny menambahkan, kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara prajurit TNI AD, masyarakat setempat, serta pihak sekolah. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan dan menjamin keamanan lingkungan sekolah untuk mendukung kegiatan belajar mengajar yang kondusif.