Hiburan ยท 02 Jan 2026 11:44

Jennie BLACKPINK Mengungkap Refleksi Karir dan Persiapan Menuju Usia 30 Tahun

Jennie Kim, salah satu anggota grup musik K-Pop populer BLACKPINK, baru-baru ini membagikan pandangannya mengenai perjalanan karier serta harapan dan persiapannya menjelang memasuki usia 30 tahun. Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan majalah mode internasional, ia merefleksikan pencapaian dan tantangan yang telah dilalui serta menyampaikan antusiasmenya untuk menghadapi babak baru dalam hidup dan karier.

Jennie yang lahir pada 16 Januari 1996, mengungkapkan bahwa meskipun telah menapaki dunia musik selama bertahun-tahun, ia masih merasa seperti seseorang yang baru memulai langkahnya. Pernyataan ini mencerminkan sikap rendah hati sekaligus semangatnya untuk terus berkarya dan mengeksplorasi potensi diri. Ia menilai periode usia 20-an adalah masa yang penuh gairah dan cinta, di mana ia berusaha memberikan yang terbaik dalam setiap karya yang dihasilkan.

Menjelang ulang tahunnya yang ke-30, Jennie menegaskan bahwa dirinya tidak melihat usia sebagai batasan, melainkan sebagai pintu menuju peluang baru. Ia sangat menantikan fase hidup yang akan datang karena telah menyiapkan berbagai rencana menarik. Pandangan ini menunjukkan kematangan dan kesiapan mental untuk menghadapi perubahan yang alami dalam perjalanan hidup seorang seniman.

Selain membahas karier musiknya, Jennie juga menyentuh makna "rumah" dalam konteks kehidupannya. Baginya, rumah bukan hanya tempat fisik, melainkan hasil dari kerja keras dan dedikasi yang dituangkan dalam karya-karyanya. Saat melihat hasil jerih payah tersebut dan merasa bangga atas apa yang telah dibagikan kepada dunia, Jennie merasakan kedamaian dan kepuasan batin yang mendalam.

Dalam dinamika kariernya, Jennie juga merefleksikan keseimbangan antara aktivitas sebagai solois dan perannya di BLACKPINK. Ia menilai bahwa membawa warna musik yang berbeda dalam proyek solonya dan kemudian kembali ke panggung bersama anggota grup memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperkaya perspektif musikal mereka. Momen-momen kebersamaan di atas panggung dianggapnya seperti kembali ke rumah, tempat di mana rasa kebersamaan dan kehangatan tumbuh.