INSTRAN Usulkan Transjakarta Gratiskan Layanan untuk Tingkatkan Aksesibilitas Publik
Dalam upaya meningkatkan penggunaan transportasi publik yang lebih mudah dan terjangkau, Inisiatif Strategis Transportasi (INSTRAN) mengusulkan agar PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mempertimbangkan untuk menggratiskan layanan angkutan umum daripada menaikkan tarif. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dalam mendorong mobilitas masyarakat dan mendukung keberlanjutan ekonomi perkotaan.
Bambang Susantono, Ketua Dewan Pembina INSTRAN, menekankan pentingnya menjaga tarif angkutan umum pada level yang terjangkau, bahkan menyarankan agar biaya tetap pada angka Rp3.500. Ia menyoroti bahwa beberapa negara telah mulai mengadopsi kebijakan transportasi publik gratis sebagai solusi untuk meningkatkan akses dan penggunaan layanan tersebut.
Fokus utama INSTRAN adalah pada aspek "first and last mile", yaitu perjalanan pengguna dari tempat tinggal ke titik transit transportasi massal dan sebaliknya. Bambang menilai bahwa peningkatan keterjangkauan akses dari rumah ke stasiun sangat krusial untuk mendukung mobilitas yang lebih efisien dan mengurangi beban biaya transportasi bagi masyarakat.
Menurut Bambang, alokasi anggaran yang lebih efisien untuk fasilitas dan tarif transportasi publik dapat memberikan dampak positif yang luas, termasuk memperkuat multiplier effect ekonomi di kawasan perkotaan. Dengan biaya transportasi yang rendah atau gratis, masyarakat dapat mengalokasikan dana untuk kebutuhan lain dan meningkatkan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.
Contoh nyata dari upaya penggratisan angkutan umum pernah direncanakan di Kota Banda Aceh yang ingin menjadi kota pertama di Indonesia yang mengimplementasikan kebijakan tersebut dan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Namun, rencana tersebut tertunda akibat bencana banjir yang melanda wilayah tersebut.