TNI Percepat Pembangunan 19 Jembatan Darurat di Wilayah Aceh Pasca Bencana
Selain jembatan bailey, pembangunan jembatan gantung juga dilaksanakan di beberapa titik terdampak bencana. Enam jembatan gantung tersebar di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, dan wilayah lainnya. Di Sawang, tiga jembatan gantung berada di Desa Khuyun, Desa Blang Teurekan, dan Desa Gampong Teungoh, dengan progres pembangunan masih di bawah 10 persen.
Jembatan gantung lainnya berada di Desa Pante Kera, Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, yang saat ini progresnya sekitar 15 persen. Jembatan gantung di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, telah mencapai progres sekitar 35 persen, sementara jembatan gantung di Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya, hampir rampung.
Pembangunan jembatan aramco juga menjadi bagian dari program pemulihan. Salah satunya adalah jembatan di Desa Buntul, Kabupaten Bener Meriah, yang telah dapat dilalui oleh kendaraan. Sedangkan jembatan aramco Bahgie Bertona, juga di Kabupaten Bener Meriah, masih dalam tahap pengerjaan dengan progres pembangunan sekitar 70 persen.
Percepatan pembangunan jembatan-jembatan ini merupakan kolaborasi antara TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum yang terus mengupayakan penyelesaian proyek agar akses transportasi kembali lancar. Diharapkan, penyelesaian pembangunan jembatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pemulihan sosial ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan target pembangunan jembatan di wilayah bencana Aceh dan Sumatera sebanyak 200 unit hingga awal Februari 2026. Proyek ini mencakup berbagai jenis jembatan seperti bailey, gantung, dan aramco, yang dirancang untuk merespons kebutuhan infrastruktur pascabencana dengan cepat dan efektif.