TNI Percepat Pembangunan 19 Jembatan Darurat di Wilayah Aceh Pasca Bencana
Dalam upaya pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mempercepat pembangunan sejumlah jembatan darurat yang menghubungkan kembali jalur transportasi yang terputus akibat banjir dan tanah longsor. Pembangunan ini menjadi bagian penting untuk mengatasi kendala akses dan mendukung aktivitas masyarakat yang terdampak bencana.
Proyek pembangunan jembatan darurat tersebut terdiri atas 19 unit yang tersebar di berbagai wilayah Aceh. Rinciannya mencakup 11 jembatan bailey, enam jembatan gantung, dan dua jembatan aramco. Jembatan bailey menjadi prioritas utama mengingat konstruksinya yang cepat dan kuat, sehingga dapat segera menghubungkan kembali daerah-daerah yang terisolasi.
Salah satu jembatan bailey yang telah mulai dibangun adalah di Kecamatan Bener Kelipah, Kabupaten Bener Meriah. Jembatan ini menghubungkan Desa Lot Bener dengan Desa Bener Pepanyi di Kecamatan Permata. Selain itu, pembangunan jembatan bailey juga berlangsung di kawasan Timang Gajah yang berada di perbatasan Kabupaten Bireuen, Bener Meriah, dan Aceh Tengah. Hingga saat ini, progres pembangunan jembatan di Timang Gajah telah mencapai lebih dari 70 persen.
Jembatan bailey lainnya yang sedang dalam proses pengerjaan adalah Weihni Rongka, yang menghubungkan Kabupaten Bireuen dengan Kabupaten Bener Meriah. Pembangunan jembatan ini sudah memasuki tahap pemasangan rangka dan pemadatan jalan penghubung. Selain itu, proyek pembangunan Jembatan Jamur Ujung 1 dan Jembatan Buket Dara Baro juga masih berlangsung. Jembatan Jamur Ujung 1 hampir selesai dengan rangka baja dan lantai jembatan sudah terpasang dengan rapi.
Jembatan Buket Dara Baro dibangun untuk menghubungkan Desa Buket Dara Baro dengan Desa Cinta Makmur, memperlancar mobilitas warga antar desa yang sebelumnya terhambat akibat putusnya akses jalan. Pembangunan jembatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.