Nasional ยท 12 Jan 2026 06:16

Polisi Selidiki Dugaan Kasus Eksibisionisme oleh WNA di Taman Literasi Blok M

Jakarta Selatan menjadi sorotan setelah terjadinya dugaan tindakan eksibisionisme yang dilakukan oleh seorang warga negara asing (WNA) di Taman Literasi, Blok M, Kebayoran Baru, pada Sabtu siang, 10 Januari 2026. Insiden tersebut tengah dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian setempat guna mengungkap fakta dan memastikan penanganan yang tepat.

Kanit Reskrim Polsek Kebayoran Baru, Kompol Suparmin, menyampaikan bahwa kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB, saat area taman ramai oleh pengunjung. Petugas kepolisian yang rutin melakukan patroli di lokasi tersebut mendapatkan laporan dari saksi yang menyaksikan perilaku mencurigakan pelaku. Menurut keterangan saksi, pelaku sempat mengaku bahwa cuaca panas di Indonesia menyebabkan rasa gatal di tubuhnya, sehingga beralasan melakukan tindakan tidak pantas tersebut.

Meski demikian, penyelidikan menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya adalah minimnya bukti pendukung karena tidak terdapat kamera pengawas (CCTV) di area kejadian, serta tidak adanya pengamanan yang menyaksikan langsung aksi pelaku. Hambatan komunikasi juga menjadi tantangan dalam menggali keterangan dari WNA tersebut, yang akhirnya meninggalkan lokasi setelah ditegur oleh petugas keamanan.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pengelola taman untuk segera memasang sistem pengawasan berupa CCTV demi mencegah dan memudahkan penanganan jika terjadi kasus serupa di masa mendatang. Selain itu, petugas keamanan diharapkan dapat lebih waspada dan segera melaporkan kepada aparat kepolisian apabila menemukan kejadian mencurigakan agar tindakan penegakan hukum dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah sebuah video yang memperlihatkan interaksi antara petugas keamanan dengan pelaku tersebar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, pelaku diduga memanggil pengunjung sebelum memperlihatkan alat kelaminnya di area Taman Literasi. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan terkait keamanan ruang publik dan perlindungan terhadap masyarakat, khususnya di kawasan yang sering dikunjungi banyak orang.