Ekonomi · 19 Jan 2026 15:58

Peran Strategis Kepala Daerah dalam Mewujudkan Swasembada Pangan Beras di Indonesia

Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan khususnya untuk komoditas beras lebih cepat dari target yang direncanakan, yakni dalam waktu satu tahun, padahal sebelumnya ditargetkan empat tahun. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting dan dukungan nyata seluruh kepala daerah di Indonesia dalam pembangunan sektor pertanian nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama pencapaian swasembada beras. Menurutnya, para Bupati dan Wali Kota memberikan kontribusi signifikan dalam mengawal produksi padi, memperluas lahan tanam, menjaga kelancaran distribusi pangan, serta melindungi para petani di wilayah masing-masing.

Dalam acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang digelar di Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (19/1/2026), Menteri Amran menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada kepala daerah atas dukungan mereka. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah.

Lebih lanjut, Mentan menjelaskan bahwa pencapaian swasembada beras juga didukung oleh cadangan beras pemerintah yang kuat. Pada Juni 2025, cadangan beras tercatat mencapai rekor 4,2 juta ton, dan pada awal tahun 2026 masih berada di angka sekitar 3,2 juta ton. Selain itu, produksi padi nasional juga mengalami peningkatan yang signifikan. Data Badan Pusat Statistik memperkirakan produksi beras tahun 2025 mencapai 34,71 juta ton, meningkat 13,36 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kementerian Pertanian menegaskan bahwa Indonesia tidak akan melakukan impor beras karena stok dalam negeri sudah cukup melimpah. Mentan juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mempermainkan nasib petani yang jumlahnya mencapai 115 juta orang. Menurutnya, menjaga kedaulatan pangan adalah bentuk perlindungan terhadap petani dan kepentingan rakyat kecil.