TNI Salurkan Bantuan Pangan Menggunakan Helikopter ke Warga Terisolasi di Tapanuli Tengah
Dalam upaya memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Desa Sait Kalangan II, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan helikopter untuk menyalurkan bantuan pangan secara langsung ke lokasi terdampak. Langkah ini menjadi bagian dari program penanggulangan bencana yang digelar oleh Satgas Penanggulangan Bencana Alam Korem 023/KS.
Penggunaan helikopter tipe Bell 412EP dipilih untuk menjangkau daerah-daerah yang sulit diakses melalui jalur darat. Hal ini dikarenakan medan yang berat dan kondisi infrastruktur yang terputus akibat bencana membuat penyaluran logistik menjadi sangat menantang. Dengan moda transportasi udara tersebut, bantuan berupa beras, minyak goreng, dan mie instan dapat segera diterima oleh warga setempat tanpa harus menempuh perjalanan panjang yang sebelumnya memakan waktu hingga enam jam berjalan kaki menuju desa terdekat atau posko bantuan.
Kapendam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap, menyampaikan bahwa aksi penyaluran bantuan ini merupakan wujud kehadiran TNI secara langsung di tengah masyarakat yang mengalami kesulitan pascabencana. Selain memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meringankan beban warga yang selama ini mengalami keterbatasan akses dan kesulitan mendapatkan pasokan kebutuhan pokok.
Menurut Asrul, respon cepat dalam penyaluran logistik melalui udara ini memungkinkan pengiriman bantuan lebih efektif dan tepat sasaran. Warga yang menerima bantuan mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan, mengingat selama ini mereka harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pasokan kebutuhan sehari-hari.
Lebih lanjut, Satgas Gulbencal Korem 023/KS terus berkomitmen untuk mendampingi proses pemulihan masyarakat terdampak bencana. Penyaluran bantuan tidak hanya terbatas pada logistik, tetapi juga meliputi pendampingan agar warga dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal secepat mungkin. Upaya ini menjadi bagian integral dari strategi penanggulangan bencana yang mengutamakan kecepatan dan efektivitas bantuan.