Ekonomi ยท 18 Jan 2026 07:43

Peran Strategis SPKLU dalam Mempercepat Target Dekarbonisasi Nasional

Perkembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang pesat diyakini menjadi salah satu faktor utama dalam mempercepat pencapaian target dekarbonisasi di Indonesia. Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Satya Hangga Yudha Widya Putra, menegaskan pentingnya pengembangan ekosistem SPKLU sebagai bagian dari transformasi energi nasional dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam kunjungan kerja ke SPKLU yang berlokasi di Braga, Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu (17/1/2026), Satya Hangga menyampaikan bahwa keberadaan SPKLU memiliki keunggulan signifikan dibandingkan dengan stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG), terutama dari segi fleksibilitas lokasi. SPKLU dapat dibangun di berbagai tempat sepanjang tersedia jaringan listrik, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pengguna kendaraan listrik (EV).

Menurutnya, pengembangan ekosistem SPKLU harus terus didorong agar mendukung target dekarbonisasi nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen. Hal ini sejalan dengan tren positif penggunaan kendaraan listrik di Jawa Barat, yang saat ini menyumbang sekitar 22 persen dari total penjualan listrik nasional menurut data PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat.

Hingga akhir Desember 2025, PLN telah mengoperasikan sebanyak 501 unit SPKLU yang tersebar di 289 lokasi strategis di seluruh Indonesia. Termasuk di antaranya adalah penyediaan unit ultra fast charging di berbagai rest area jalur Tol Trans-Jawa, guna memenuhi kebutuhan mobilitas pengguna EV yang melakukan perjalanan jarak jauh lintas kota.

Krisantus H Setyawan, Senior Manager Komunikasi dan Umum PLN UID Jawa Barat, menjelaskan bahwa penambahan SPKLU merupakan salah satu wujud dukungan nyata PLN terhadap program pemerintah dalam mencapai target dekarbonisasi. PLN tidak hanya menyediakan stasiun pengisian tetap, tetapi juga meluncurkan layanan SPKLU mobile yang dapat membantu pelanggan yang mengalami kondisi baterai rendah sebelum mencapai titik pengisian tetap.